Hadir Sebagai Inspirasi
Kab. Mojokerto, Jatim (MAN 1 Mojokerto) — Mengawali Semester Genap Tahun Pelajaran 2025/2026 dengan semangat pembaruan dan peningkatan mutu pendidikan, MAN 1 Mojokerto terus meneguhkan komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkarakter, humanis, dan bermakna. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang dilaksanakan pada Jumat dan Senin, 2 dan 5 Januari 2026, bertempat di Auditorium Lantai 2 MAN 1 Mojokerto.
Kegiatan bimtek ini diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan MAN 1 Mojokerto sebagai bagian dari langkah strategis madrasah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap kebijakan kurikulum sekaligus memiliki kepekaan nilai dan karakter. Hadir sebagai narasumber utama, Mochamad Zaenuri, M.Pd., selaku Pengawas Pembina MAN 1 Mojokerto sekaligus Instruktur Nasional, yang memberikan penguatan konseptual dan praktis mengenai implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam konteks pembelajaran dan budaya madrasah.
Bimtek berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 16.30 WIB dengan rangkaian materi yang disusun secara sistematis, terarah, dan aplikatif. Dalam pemaparannya, narasumber menekankan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar pendekatan pembelajaran, melainkan sebuah paradigma pendidikan yang menempatkan nilai-nilai spiritualitas, kemanusiaan, dan kebangsaan sebagai fondasi utama proses pendidikan. Melalui kurikulum ini, madrasah diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik secara utuh.
Salah satu materi utama yang mendapat perhatian peserta adalah penguatan nilai Panca Cinta, yang meliputi cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama, serta cinta tanah air. Nilai-nilai tersebut diposisikan sebagai ruh dalam setiap aktivitas pendidikan, baik di dalam maupun di luar kelas. Guru dan tenaga kependidikan diajak untuk merefleksikan peran strategis mereka sebagai pendidik, pembimbing, sekaligus teladan dalam menanamkan nilai-nilai cinta melalui sikap, tutur kata, dan praktik pembelajaran sehari-hari.
Pelaksanaan bimtek pada hari kedua semakin bermakna dengan kehadiran Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan dan perhatian langsung terhadap penguatan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di MAN 1 Mojokerto. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Bimbingan Teknis, serta menyampaikan apresiasi atas komitmen MAN 1 Mojokerto dalam menghadirkan pendidikan yang berorientasi pada nilai-nilai karakter, moderasi beragama, dan kemanusiaan. Beliau menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama dalam membangun madrasah yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
Suasana kegiatan hari kedua semakin semarak dengan busana Wastra Nusantara yang dikenakan oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan. Keberagaman motif dan kekayaan budaya yang ditampilkan mencerminkan kecintaan terhadap budaya bangsa sekaligus menjadi wujud konkret nilai cinta tanah air yang selaras dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta. Sebagai bentuk apresiasi, pemateri memberikan penghargaan kepada tiga peserta dengan busana Wastra Nusantara terbaik dan terfavorit.
Selain penguatan nilai dan kebijakan, peserta juga dibekali berbagai strategi implementatif Kurikulum Berbasis Cinta dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler, termasuk integrasinya dalam budaya dan iklim madrasah. Diskusi interaktif, studi kasus, serta refleksi praktik baik menjadi bagian penting dalam kegiatan ini, sehingga peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memperoleh gambaran konkret penerapannya dalam konteks nyata di MAN 1 Mojokerto.
Menjelang penutupan, rangkaian Bimbingan Teknis ditutup dengan kegiatan “Tukar Kado Penuh Cinta” yang berlangsung hangat, asyik, dan penuh keakraban. Kegiatan ini menghadirkan suasana ceria sekaligus mempererat kebersamaan di antara seluruh guru dan tenaga kependidikan. Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, nilai cinta, empati, dan kepedulian dihidupkan secara nyata, selaras dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta yang menjadi ruh kegiatan bimtek.
Melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis ini, MAN 1 Mojokerto optimistis mampu menyongsong Semester Genap dengan kesiapan yang lebih matang. Seluruh guru dan tenaga kependidikan diharapkan menjadi teladan dan penggerak perubahan, sehingga Kurikulum Berbasis Cinta benar-benar hidup dalam setiap proses pembelajaran. Dengan demikian, MAN 1 Mojokerto terus melangkah maju sebagai madrasah yang unggul dalam prestasi, kuat dalam karakter, dan inspiratif dalam nilai-nilai kemanusiaan. (bin).
I © MANSAMO