MAN 1 MOJOKERTO

Meneladani Ketakwaan Nabi Ibrahim, Keluarga Besar MAN 1 Mojokerto Khusyuk Simak Khutbah Iduladha 1447 H

Kab. Mojokerto, Jatim (MAN 1 Mojokerto) – Keluarga besar MAN 1 Mojokerto melaksanakan Sholat Iduladha 1447 Hijriah dengan penuh kekhusyukan pada Rabu (27/5/2026) di Indome MAN 1 Mojokerto. Kegiatan yang dimulai pukul 05.30 WIB tersebut diikuti oleh seluruh warga madrasah, mulai dari pendidik, tenaga kependidikan, hingga siswa. Pelaksanaan ibadah hari raya kurban ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai ketakwaan, kepedulian sosial, serta meneladani keteladanan keluarga Nabi Ibrahim a.s.

Bertindak sebagai khatib dalam pelaksanaan Sholat Iduladha kali ini adalah Ust. H. Miftakhul Rozikin, M.Pd.I., sementara imam dipercayakan kepada Ust. H. Ulil Sauma, S.H.I. Adapun tugas bilal dilaksanakan oleh Rakha Zuhdi Naufal, siswa kelas X KMP 13. Sejak pagi hari, jamaah telah memadati Indome MAN 1 Mojokerto, lokasi pelaksanaan sholat dengan suasana yang tertib dan penuh kekhidmatan. Kumandang takbir yang menggema semakin menambah syahdu pelaksanaan ibadah yang menjadi salah satu syiar terbesar dalam agama Islam tersebut.

Dalam khutbahnya, Ust. H. Miftakhul Rozikin mengajak seluruh jamaah untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. Menurutnya, ketakwaan merupakan bekal utama yang akan mengantarkan manusia kepada kehidupan yang lebih baik, baik di dunia maupun di akhirat. Ia menegaskan bahwa hanya dengan ketakwaan seseorang mampu menerima segala ketentuan hidup dengan lapang dada dan penuh keyakinan terhadap pertolongan Allah Swt.

Lebih lanjut, beliau mengajak jamaah menelusuri kembali jejak perjuangan Nabi Ibrahim a.s. yang menjadi inti peringatan Iduladha. Kisah Nabi Ibrahim a.s. yang diperintahkan Allah Swt. untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS, merupakan puncak ujian kesabaran dan ketaatan seorang hamba kepada Tuhannya. Dialog antara Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s. yang diabadikan dalam Al-Qur’an, khususnya dalam Surah Ash-Shaffat ayat 102, menjadi bukti bagaimana komunikasi yang penuh kasih sayang dan penghormatan dapat terjalin antara orang tua dan anak.

Dari kisah tersebut, Ust. Rozikin menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik dalam keluarga, terutama di era digital yang penuh tantangan saat ini. Orang tua tidak hanya dituntut memberikan kebutuhan materi kepada anak, tetapi juga perlu menghadirkan ruang dialog yang sehat agar anak-anak tumbuh dengan nilai-nilai keimanan dan akhlak yang kuat. Menurutnya, kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail memberikan teladan bahwa komunikasi yang baik mampu melahirkan ketaatan dan kesadaran, bukan sekadar kepatuhan karena paksaan.

Selain itu, beliau juga mengingatkan tentang keteladanan Siti Hajar sebagai sosok ibu yang luar biasa. Ketegaran, kesabaran, dan perjuangan seorang ibu dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh umat Islam. Pengorbanan seorang ibu dalam mendidik dan membesarkan anak-anaknya merupakan bentuk cinta yang patut dihargai dan dihormati sepanjang hayat.

Tidak hanya itu, Nabi Ismail a.s. juga digambarkan sebagai teladan pemuda yang tawaduk, taat, dan menerima takdir Allah Swt. dengan penuh keikhlasan. Ketika menerima perintah Allah yang begitu berat, Nabi Ismail tidak menunjukkan kegelisahan ataupun penolakan. Sebaliknya, beliau menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak Allah Swt. Menurut Ust. Rozikin, sikap tersebut menjadi potret kesehatan mental yang sangat relevan di tengah kehidupan modern yang penuh ketidakpastian, tekanan, dan perubahan yang begitu cepat. Ketika seseorang memiliki ketakwaan yang kuat, maka jiwanya akan tetap kokoh dan tidak mudah goyah menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Dalam khutbahnya, beliau juga menegaskan bahwa Allah Swt. selalu menyediakan jalan keluar bagi hamba-Nya yang bertakwa. Oleh karena itu, setiap keluarga muslim hendaknya memperkuat keimanan dan menjaga anggota keluarganya dari berbagai pengaruh negatif yang dapat menjauhkan dari nilai-nilai agama. Pesan tersebut sejalan dengan firman Allah Swt. dalam Surah At-Tahrim ayat 6 yang menyerukan kepada orang-orang beriman agar memelihara diri dan keluarganya dari api neraka.

Menjelang akhir khutbah, Ust. Rozikin mengajak seluruh jamaah untuk lebih menghargai perjuangan ayah dalam mencari nafkah dan pengorbanan ibu dalam mendidik serta membesarkan anak-anaknya. Nilai-nilai pengorbanan yang terkandung dalam Iduladha hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai upaya mengorbankan ego, meningkatkan kepedulian, serta memperkuat hubungan dalam keluarga.

“Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang mampu menerima segala keadaan dengan ketakwaan dan senantiasa mendapatkan keberkahan dari Allah Swt.,” pesan beliau menutup khutbah.

Usai pelaksanaan Sholat Iduladha, kegiatan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban yang telah dihimpun oleh keluarga besar MAN 1 Mojokerto. Daging kurban kemudian didistribusikan kepada siswa yang berhak menerima serta masyarakat yang membutuhkan di sekitar lingkungan madrasah. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial sekaligus sarana menumbuhkan semangat berbagi dan mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan madrasah.

Melalui rangkaian kegiatan Iduladha 1447 H ini, MAN 1 Mojokerto berharap nilai-nilai ketakwaan, keikhlasan, kesabaran, dan pengorbanan yang dicontohkan Nabi Ibrahim a.s., Siti Hajar, dan Nabi Ismail a.s. dapat terus tertanam dalam diri seluruh warga madrasah. Semoga keberkahan Iduladha senantiasa menyertai keluarga besar MAN 1 Mojokerto dan menjadi penguat langkah dalam mewujudkan generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah. (bin)

Go Winner

Hubungi kami

Email : man1mojokerto@gmail.com
Telp : 0321-591253